KOMPUTER DAN MASYARAKAT
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PERPUSTAKAAN DIGITAL
DAN E-BOOK
Disusun Oleh :
Adi Kurniawan 1307055029
Muhammad Hakim 1307055030
Arman Gani 1307055031
Reynaldi 1307055056
FAKULTAS MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
SAMARINDA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman yang sangat modern ini, sudah
banyak cara menuntut ilmu. Salah satunya melalui internet yang memang mempunyai
banyak situs-situs pembelajaran dari berbagai bidang. Perpustakaan digital dan
e-book adalah salah satu contoh pembelajaran yang terkomputerisasi. Dengan
adanya perpustakaan digital dan e-book, masyarakat dapat belajar dengan mudah
tanpa harus ke perpustakaan lagi.
Tapi
dengan adanya perpustakaan digital dan e-book, perpustakaan yang awalnya ramai
dikujungi menjadi agak sepi. Begitu juga dengan buku-buku pembelajaran yang
penjualannya menurun. Karena adanya perpustakaan digital dan e-book, masyarakat
menjadi lupa dengan adanya buku yang sebenarnya lebih dapat dipercaya sumber
dan ilmunya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Perpustakaan
Digital?
2. Apa yang dimaksud dengan E-book?
3. Apa dampak positif dan negatif Perpustakaan
Digital?
4. Apa dampak positif dan negatif
E-book?
1.3 Tujuan
Penelitian
1. Mengetahui apa yang dimaksud
dengan Perpustakaan Digital
2. Mengetahui apa yang dimaksud
dengan E-book
3. Mengetahui dampak positif dan
negatif Perpustakaan Digital
4. Mengetahui dampak positif dan
negatif E-book
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perpustakaan
Digital
Perpustakaan Digital adalah
perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam format digital
yang dapat diakses menggunakan komputer. Isi dari perpustakaan Digital berada
dalam suatu computer server yang bisa ditempatkan secara local, maupun pada
lokasi yang jauh, namun dapat diakses oleh semua orang dengan mudah dan cepat
melalui jaringan internet. perpustakaan digital ini pertama kali diperkenalkan
oleh NSF/DARPA/NASA : Digital Libraries Initiative pada tahun 1994. berkembang
teknologi internet yang mampu mengakses informasi dengan cepat. Catalog
mengalami metamorphosis menjadi catalog elektronik yang lebih mudah dan lebih
cepat dalam pencarian koleksi yang disimpan oleh perpustakaan.
Proyek TULIP (The University
Licensing Project), kerjasama beberapa universitas di Amerika dengan perusahaan
Elsiever Science, meneliti tentang system pengumpulan dan penyimpanan data
serta teknik pengaksesan perpustakaan digital. Istilah perpustakaan digital
digunakan untuk pertama kali dalam pendigitalan dokumen dan pembangunan system
untuk dokumen digital. Arsitektur ini disusun dalam sebuah proyek pepustakaan
digital. Proyek penelitian perpustakaan menggunakan WWW(World Wide Web) yang
dihubungan dengan jaringan internet sebagai media penyalur utama.
Adapun beberapa komponen-komponen perpustakaan digital
adalah sebagai berikut :
- Impor/Ekspor Server: Dilakukan konversi digital dari file analog ke bentuk digital.
- Pendaftaran Server: Pendaftaran server dilakukan untuk pertanggungjawaban
- Pengindeksan, katalogisasi dan referensi server.: Melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap file-file digital yang masuk.
- Database Server: Digunakan untuk mengakomodasi database-database baru.
- Akuntansi dan Statistik Server: Berfungsi sebagai pengumpul dan penyimpan data yang sesuai dengan penggunaan perpustakaan digital.
- Sistem Billing: Digunakan untuk pengumpulan data mengenai objek yang baru diregistrasi.
- Transformasi server: Digunakan untuk mengubah input data menjadi bentuk standar perpustakaan digital.
8.
Sistem Perpustakaan Personal: Digunakan untuk menkombinasikan
keseluruhan program.
2.2 Pengertian
E-book
E-book adalah versi elektronik dari
buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan
teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga
dapat berwujud teks atau gambar. Buku elektronik diminati karena ukurannya yang
kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian,
sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan
ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain
adalah teks polos, pdf, jpeg,lit dan html.
Kelebihan Ebook adalah lebih murah
(jika di download dengan gratis).E-book juga menjadi salah satu alternatif yang
sangat praktis untuk membaca buku, terutama untuk para pelajar kekurangan yang
tanpa kita sadari yaitu, e-book yang sekarang beredar dipasaran belum memenuhi
semua kebutuhan para pembacanya. Mungkin, karena banyak penulis yang tidak
mendapatkan royalty dari e-book ini.
Ebook pula
adalah salah satu bentuk usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang
banyak jumlahnya dan memerlikan perawatan yang mahal maka untuk dapat
melestarikan literatur tersebut hanya dengan melakukan tranfer dari bentuk buku
ke bentuk Ebook. E_book
merupakan singkatan dari elektronik
book, atau biasa kita kenal dengan buku elektronik. E-book adalah sebuah
versi elektronik dari sebuah buku tercetak yang dapat dibaca pada sebuah
personal komputer atau alat lain yang di desain khusus untuk membaca e-book.
2.3 Dampak
dari Perpustaan Digital
a. Dampak
Positif
- Long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
- Akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama.
- Murah (cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku.
- Mencegah duplikasi dan plagiat.
Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga tidak akan mudah untuh
diplagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF,
koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa
mengeditnya. - Publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet.
b. Dampak Negatif
- Mahasiswa malas silaturahmi. Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus, tinggal buka laptop saja yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat nilai tidak perlu ke BAAK. Mau lihat materi perkuliahan tinggal download. Mau bertanya dan diskusi tinggal masuk ke electronic discussion forum di virtual-class. Semuanya seolah ada di ujung jari. Semua dalam genggaman, Campus in your hand. Ujung-ujungnya, pertemuan fisik berkurang. Ngobrol dari hati-hati dan face to face makin jarang. Semua terjebak di dunia digital. Bisa jadi, mahasiswa lebih stress ketinggalan gadget daripada mangkir kuliah.
- Malas baca textbook. Setiap ada tugas makalah atau presentasi, mahasiswa modalnya berselancar di dunia maya sembari mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Kutip sana, kutip sini. Masih syukur sumber tulisannya disebutkan. Akhirnya belajar pun seolah cuma sepotong sepotong saja, bahkan cukup belajar powerpoint dosen yang hanya memuat poin-poinnya saja. Menyimak kulit-kulitnya saja. Memang teknologi memudahkan, namun bisa meninabobokan juga. Semua yang serba online belum tentu membuka pengetahuan. Dampaknya, perpustakaan pun sepi, kecuali mencari jurnal atau buku yang memang tidak ada format e-journal atau e-book-nya.
- Malas menulis dengan tangan. Semua aktivitas mengandalkan papan ketik. Semua tulisan sudah ada format digitalnya. Copas sana copas sini, jadilah makalah atau tugas. Mau nulis catatan kuliah, tinggal nulis di notepad. Dunia digital pun akhirnya membuat mahasiswa piawai mengetik, bukan menulis dengan tangan. Jangan-jangan mahasiswa lupa bagaimana menulis dengan tangan secara rapi dan indah. Mungkin ini berlebihan, tapi bukan mustahil terjadi.
4. Malas bergerak. Ngendon di kamar
saja bisa tahu semua informasi atau aktivitas di kampus. Belum mandi pun bisa
berdiskusi dengan dosen melalui virtual-class. Bertemu teman sekelas cukup
mengandalkan BBM-an atau chatt room di kelas maya sembari sarungan saja.
Mobilitas pun berkurang. Kemampuan motorik bisa terganggu.
5. Malas bicara. Kemampuan komunikasi
verbal pun bisa terganggu gara-gara komunikasi serba digital. Mau
bertanya, tinggal mengetikkannya di diskusi elektronik yang tersedia di virtual
class, atau minimal melalui fitur chat room atau grup milis. Bisa jadi
kita gagap bicara karena komunikasi verbal jarang digunakan. Dunia seolah
hening, namun pesan-pesan elektronik bersliweran di ruang-ruang maya di perguruan
tinggi. Bisa jadi, saat distance learning diterapkan, ruang-ruang kuliah atau
seminar pun kosong melompong.
2.4 Dampak dari
E-book
a. Dampak Positif
1.
Long distance
service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan
sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
2. Akses yang
mudah. Akses perpustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan
konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog
dengan waktu yang lama.
3. Murah (cost
efective). Perpustakaan digital tidak memerlukan banyak biaya.
4. Mencegah
duplikasi dan plagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format
PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa
mengeditnya.
5. Publikasi karya
secara global. Artinya karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke
seluruh dunia dengan bantua internet.
b. Dampak Negatif
1.
Mahasiswa malas
silaturahmi. Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus,
tinggal buka laptop yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat nilai
tidak perlu ke BAAK, mau lihat materi tinggal download. Mau bertanya dan
diskusi tinggal masuk ke electronic discussion forum di firtual-class.
2.
Malas baca text
book.
3.
Malas menulis
dengan tangan
4.
Malas bergerak
5.
Malas bicara
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
3.1. Kesimpulan
1.
Perpustakaan
Digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam
format digital yang dapat diakses menggunakan komputer. Isi dari perpustakaan
Digital berada dalam suatu computer server yang bisa ditempatkan secara local,
maupun pada lokasi yang jauh, namun dapat diakses oleh semua orang dengan mudah
dan cepat melalui jaringan internet.
2.
E-book
adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan
kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan
informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Buku elektronik
diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga
umumnya memiliki fitur pencarian,
3.
Perpustakaan digital memiliki kekurangan dan kelebihan yang
saling bertimbal balik, dimana para pengguna perpustakaan digital akan merasa
lebih nyaman karena penggunaannya yang mudah, akan tetapi juga akan
mendatangkan sifat malas kepada pengguna tersebut.
4.
Sama halnya dengan perpustakaan digital, E-book juga
memiliki dampak positif dan negatif. Dimana para pengguna akan merasa lebih mudah
dan nyaman dalam penggunaannya, tetapi membuat pengguna menjadi agak pemalas
3.2. Saran
Seharusnya pengguna perpustakaan
digital dan E-book dapat membatasi penggunaan 2 hal tersebut. Hal ini dilakukan
agar pengguna tidak melupakan penggunaan buku bacaan dan tidak tegantung
terhadap teknologi agar dapat menghindari sifat malas yang didampakkan oleh perpustakaan
digital dan E-book.
DAFTAR PUSTAKA
(diakses pada 22 September 2015).
(diakses pada 22 September 2015)
(diakses pada 22 September 2015)
LAMPIRAN








Tidak ada komentar:
Posting Komentar