Senin, 28 September 2015

KOMPUTER DAN MASYARAKAT DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PERPUSTAKAAN DIGITAL DAN E-BOOK



KOMPUTER DAN MASYARAKAT
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PERPUSTAKAAN DIGITAL
DAN E-BOOK




 








Disusun Oleh :

         

              Adi Kurniawan                                         1307055029              
Muhammad Hakim                                  1307055030
Arman Gani                                              1307055031
Reynaldi                                                   1307055056

           






FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA

2015 




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Di zaman yang sangat modern ini, sudah banyak cara menuntut ilmu. Salah satunya melalui internet yang memang mempunyai banyak situs-situs pembelajaran dari berbagai bidang. Perpustakaan digital dan e-book adalah salah satu contoh pembelajaran yang terkomputerisasi. Dengan adanya perpustakaan digital dan e-book, masyarakat dapat belajar dengan mudah tanpa harus ke perpustakaan lagi.
Tapi dengan adanya perpustakaan digital dan e-book, perpustakaan yang awalnya ramai dikujungi menjadi agak sepi. Begitu juga dengan buku-buku pembelajaran yang penjualannya menurun. Karena adanya perpustakaan digital dan e-book, masyarakat menjadi lupa dengan adanya buku yang sebenarnya lebih dapat dipercaya sumber dan ilmunya.

1.2  Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Perpustakaan Digital?
2. Apa yang dimaksud dengan E-book?
3. Apa dampak positif dan negatif Perpustakaan Digital?
4. Apa dampak positif dan negatif E-book?

1.3  Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Perpustakaan Digital
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan E-book
3. Mengetahui dampak positif dan negatif Perpustakaan Digital
4. Mengetahui dampak positif dan negatif E-book


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perpustakaan Digital
Perpustakaan Digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam format digital yang dapat diakses menggunakan komputer. Isi dari perpustakaan Digital berada dalam suatu computer server yang bisa ditempatkan secara local, maupun pada lokasi yang jauh, namun dapat diakses oleh semua orang dengan mudah dan cepat melalui jaringan internet. perpustakaan digital ini pertama kali diperkenalkan oleh NSF/DARPA/NASA : Digital Libraries Initiative pada tahun 1994. berkembang teknologi internet yang mampu mengakses informasi dengan cepat. Catalog mengalami metamorphosis menjadi catalog elektronik yang lebih mudah dan lebih cepat dalam pencarian koleksi yang disimpan oleh perpustakaan.
Proyek TULIP (The University Licensing Project), kerjasama beberapa universitas di Amerika dengan perusahaan Elsiever Science, meneliti tentang system pengumpulan dan penyimpanan data serta teknik pengaksesan perpustakaan digital. Istilah perpustakaan digital digunakan untuk pertama kali dalam pendigitalan dokumen dan pembangunan system untuk dokumen digital. Arsitektur ini disusun dalam sebuah proyek pepustakaan digital. Proyek penelitian perpustakaan menggunakan WWW(World Wide Web) yang dihubungan dengan jaringan internet sebagai media penyalur utama.
Adapun beberapa komponen-komponen perpustakaan digital adalah sebagai berikut :
  1. Impor/Ekspor Server: Dilakukan konversi digital dari file analog ke bentuk digital.
  2. Pendaftaran Server: Pendaftaran server dilakukan untuk pertanggungjawaban 
  3. Pengindeksan, katalogisasi dan referensi server.: Melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap file-file digital yang masuk.
  4. Database Server: Digunakan untuk mengakomodasi database-database baru.
  5. Akuntansi dan Statistik Server: Berfungsi sebagai pengumpul dan penyimpan data yang sesuai dengan penggunaan perpustakaan digital.
  6. Sistem Billing: Digunakan untuk pengumpulan data mengenai objek yang baru diregistrasi.
  7. Transformasi server: Digunakan untuk mengubah input data menjadi bentuk standar perpustakaan digital.
8.      Sistem Perpustakaan Personal: Digunakan untuk menkombinasikan keseluruhan program.



2.2 Pengertian E-book
           E-book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg,lit dan html.
            Kelebihan Ebook adalah lebih murah (jika di download dengan gratis).E-book juga menjadi salah satu alternatif yang sangat praktis untuk membaca buku, terutama untuk para pelajar kekurangan yang tanpa kita sadari yaitu, e-book yang sekarang beredar dipasaran belum memenuhi semua kebutuhan para pembacanya. Mungkin, karena banyak penulis yang tidak mendapatkan royalty dari e-book ini.
            Ebook pula adalah salah satu bentuk usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlikan perawatan yang mahal maka untuk dapat melestarikan literatur tersebut hanya dengan melakukan tranfer dari bentuk buku ke bentuk Ebook. E_book merupakan singkatan dari elektronik book, atau biasa kita kenal dengan buku elektronik. E-book adalah sebuah versi elektronik dari sebuah buku tercetak yang dapat dibaca pada sebuah personal komputer atau alat lain yang di desain khusus untuk membaca e-book.

2.3 Dampak dari Perpustaan Digital
   a. Dampak Positif
  1. Long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
  2. Akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama.
  3. Murah (cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku.
  4. Mencegah duplikasi dan plagiat. Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga tidak akan mudah untuh diplagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa
    mengeditnya.
  5. Publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet.
   b. Dampak Negatif
  1. Mahasiswa malas silaturahmi. Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus, tinggal buka laptop saja yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat nilai tidak perlu ke BAAK. Mau lihat materi perkuliahan tinggal download. Mau bertanya dan diskusi tinggal masuk ke electronic discussion forum di virtual-class. Semuanya seolah ada di ujung jari. Semua dalam genggaman, Campus in your hand. Ujung-ujungnya, pertemuan fisik berkurang. Ngobrol dari hati-hati dan face to face makin jarang. Semua terjebak di dunia digital. Bisa jadi, mahasiswa lebih stress ketinggalan gadget daripada mangkir kuliah.

  1. Malas baca textbook. Setiap ada tugas makalah atau presentasi, mahasiswa modalnya berselancar di dunia maya sembari mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Kutip sana, kutip sini. Masih syukur sumber tulisannya disebutkan. Akhirnya belajar pun seolah cuma sepotong sepotong saja, bahkan cukup belajar powerpoint dosen yang hanya memuat poin-poinnya saja. Menyimak kulit-kulitnya saja. Memang teknologi memudahkan, namun bisa meninabobokan juga. Semua yang serba online belum tentu membuka pengetahuan. Dampaknya, perpustakaan pun sepi, kecuali mencari jurnal atau buku yang memang tidak ada format e-journal atau e-book-nya.
  2. Malas menulis dengan tangan. Semua aktivitas mengandalkan papan ketik. Semua tulisan sudah ada format digitalnya. Copas sana copas sini, jadilah makalah atau tugas. Mau nulis catatan kuliah, tinggal nulis di notepad. Dunia digital pun akhirnya membuat mahasiswa piawai mengetik, bukan menulis dengan tangan. Jangan-jangan mahasiswa lupa bagaimana menulis dengan tangan secara rapi dan indah. Mungkin ini berlebihan, tapi bukan mustahil terjadi.
4.      Malas bergerak. Ngendon di kamar saja bisa tahu semua informasi atau aktivitas di kampus. Belum mandi pun bisa berdiskusi dengan dosen melalui virtual-class. Bertemu teman sekelas cukup mengandalkan BBM-an atau chatt room di kelas maya sembari sarungan saja. Mobilitas pun berkurang. Kemampuan motorik bisa terganggu.
5.      Malas bicara. Kemampuan komunikasi verbal pun bisa terganggu gara-gara  komunikasi serba digital. Mau bertanya, tinggal mengetikkannya di diskusi elektronik yang tersedia di virtual class, atau minimal melalui fitur chat room atau grup milis.  Bisa jadi kita gagap bicara karena komunikasi verbal jarang digunakan. Dunia seolah hening, namun pesan-pesan elektronik bersliweran di ruang-ruang maya di perguruan tinggi. Bisa jadi, saat distance learning diterapkan, ruang-ruang kuliah atau seminar pun kosong melompong.
           
2.4 Dampak dari E-book
   a.      Dampak Positif
1.      Long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
2.     Akses yang mudah. Akses perpustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama.
3.     Murah (cost efective). Perpustakaan digital tidak memerlukan banyak biaya.
4.     Mencegah duplikasi dan plagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa mengeditnya.
5.  Publikasi karya secara global. Artinya karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantua internet.

   b.      Dampak Negatif

1.      Mahasiswa malas silaturahmi. Apa-apa serba digital. Lihat jadwal kuliah malas ke kampus, tinggal buka laptop yang terhubung ke sistem akademik online. Mau lihat nilai tidak perlu ke BAAK, mau lihat materi tinggal download. Mau bertanya dan diskusi tinggal masuk ke electronic discussion forum di firtual-class.
2.      Malas baca text book.
3.      Malas menulis dengan tangan
4.      Malas bergerak
5.      Malas bicara


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1.    Kesimpulan
1.      Perpustakaan Digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam format digital yang dapat diakses menggunakan komputer. Isi dari perpustakaan Digital berada dalam suatu computer server yang bisa ditempatkan secara local, maupun pada lokasi yang jauh, namun dapat diakses oleh semua orang dengan mudah dan cepat melalui jaringan internet.
2.      E-book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian,
3.      Perpustakaan digital memiliki kekurangan dan kelebihan yang saling bertimbal balik, dimana para pengguna perpustakaan digital akan merasa lebih nyaman karena penggunaannya yang mudah, akan tetapi juga akan mendatangkan sifat malas kepada pengguna tersebut.
4.      Sama halnya dengan perpustakaan digital, E-book juga memiliki dampak positif dan negatif. Dimana para pengguna akan merasa lebih mudah dan nyaman dalam penggunaannya, tetapi membuat pengguna menjadi agak pemalas
3.2.     Saran
Seharusnya pengguna perpustakaan digital dan E-book dapat membatasi penggunaan 2 hal tersebut. Hal ini dilakukan agar pengguna tidak melupakan penggunaan buku bacaan dan tidak tegantung terhadap teknologi agar dapat menghindari sifat malas yang didampakkan oleh perpustakaan digital dan E-book.
 


DAFTAR PUSTAKA

(diakses pada 22 September 2015).                                                         
 (diakses pada 22 September 2015)
(diakses pada 22 September 2015)



 LAMPIRAN